NADIKABAR.COM — Studi global Zurich bertajuk "The Resilient Workforce" menyebutkan ketahanan tenaga kerja (workforce resilience) menjadi salah satu strategi penting dalam mengelola bisnis jangka panjang.
"Saat ini, perusahaan tidak hanya menghadapi risiko bisnis yang semakin kompleks, tetapi juga tantangan untuk menjaga kesehatan, keterlibatan, dan produktivitas tenaga kerja. Karena itu, membangun workforce resilience bukan lagi sekadar inisiatif sumber daya manusia, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang," ujar Country Manager Zurich Indonesia dan Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Edhi Tjahja Negara dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Temuan terbaru dari studi "The Resilient Workforce" menunjukkan bahwa 88 persen pekerja dengan tingkat resilience atau ketahanan tertinggi melaporkan kinerja yang baik atau sangat baik, hampir dua kali lipat dibandingkan kelompok dengan tingkat resilience terendah (44 persen).
Studi tersebut juga menemukan bahwa resilience memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap performa kerja. Bahkan, keterkaitan antara resilience dan kinerja tercatat lebih kuat dibandingkan faktor pendapatan.