Studi tersebut juga mencatat bahwa kawasan di sekitar base camp mengalami pemanasan lebih cepat. Suhu permukaan rata-rata naik sebesar 0,28 derajat Celsius per tahun sepanjang tahun 1991 hingga 2023, berdasarkan data citra satelit Landsat. Angka ini hampir dua kali lipat dari tingkat kenaikan suhu di area gletser Khumbu di sekitarnya.
Dampak nyata aktivitas manusia bisa jadi jauh lebih besar daripada perkiraan tersebut.
Studi ini belum memperhitungkan panas yang dihasilkan oleh penerbangan helikopter, panas tubuh para pendaki, atau panas yang dilepaskan oleh kawanan yak yang mengangkut barang.
Selain dampak termal, Gunung Everest juga dibebani oleh lebih dari 50 ton sampah. Ini menjadikannya sebagai tempat pembuangan sampah tertinggi di dunia, menurut National Geographic.