NADIKABAR.COM — Masa pensiun tak membuat warga lanjut usia semakin kesepian, sebagaimana hasil studi terbaru menunjukkan tidak ada perbedaan berarti perihal kesepian sebelum dan sesudah meninggalkan dunia kerja.

Tim studi yang dipimpin Universitas Monash, Australia, melacak 7.434 warga Australia berusia 55 hingga 75 tahun selama hampir dua dekade, dengan menggunakan data dari Survei Rumah Tangga, Pendapatan, dan Dinamika Tenaga Kerja di Australia (HILDA). Studi tersebut mematahkan anggapan bahwa pensiun menyebabkan isolasi, menurut pernyataan universitas yang dirilis pada Senin.

Tim peneliti memantau warga Australia yang sama selama hampir dua dekade, dan menemukan bahwa tingkat kesepian mereka tidak berubah dalam tiga tahun sebelum maupun sesudah pensiun.

Studi tersebut menemukan bahwa sekitar 17,5 persen orang dewasa lansia melaporkan tingkat kesepian yang tinggi. Temuan ini konsisten di berbagai kelompok demografis dan sosial ekonomi, termasuk orang dengan tingkat pendapatan, kekayaan, dan latar belakang pekerjaan yang berbeda.

Kesepian cenderung meningkat secara berkelanjutan sejak usia akhir 60-an, yang mengindikasikan bahwa penuaan, bukan peralihan keluar dari dunia kerja, berkaitan dengan meningkatnya kesepian, menurut para peneliti, seraya menambahkan bahwa upaya mengatasi kesepian sebaiknya berfokus pada koneksi sosial sepanjang masa lansia, termasuk dukungan bagi mereka yang mengalami peristiwa besar dalam hidup, seperti kehilangan pasangan.