Fenomena El Nino yang sangat kuat dapat mengurangi rata-rata produksi tanaman di seluruh kawasan tersebut hingga sekitar 10 persen, demikian temuan studi itu. Sistem pertanian padi dan pertanian tadah hujan umumnya lebih rentan terhadap fenomena semacam itu.

Secara keseluruhan, Asia Tenggara diperkirakan mengalami peningkatan suhu, gelombang panas yang lebih sering terjadi dan berkepanjangan, serta curah hujan yang semakin bervariasi, sehingga berpotensi mengganggu ketersediaan air, jadwal penanaman, dan hasil panen.