Kepala Desa Bojongsari, Yaya Sutiawan, mengungkapkan bahwa sebelum insiden berdarah itu terjadi, pasutri tersebut memang terlibat pertengkaran mulut yang cukup panas.

"Awalnya cekcok. Mungkin sesaat sebelum kejadian suasananya agak panas. Kemudian cekcok itu dibuntuti tindakan kekerasan," ujar Yaya.

Yaya menduga, faktor ekonomi dan api cemburu menjadi pemantik utama konflik di rumah tangga warganya itu. Meski begitu, ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian untuk mengungkap pemicu pastinya.

"Awalnya cekcok. Mungkin sesaat sebelum kejadian suasananya agak panas. Kemudian cekcok itu dibuntuti tindakan kekerasan," ujar Yaya.