NADIKABAR.COM — Suami Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq, Mukhtaruddin Ashraff Abu, menyebut bisnis outsourcing yang dijalankan PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) milik anaknya, M Sabiq Ashraff, sebagai bisnis receh. Ia mengaku tak pernah menerima keuntungan dari bisnis tersebut.

Hal itu disampaikan Ashraff saat dihadirkan sebagai saksi bersama anaknya dalam sidang dugaan korupsi yang menjerat istrinya. Mulanya tim pengacara Fadia mengatakan Ashraff seharusnya mendapatkan keuntungan paling banyak dari bisnis itu. Tapi Ashraff membantah.

"Haram lillahi ta'ala, satu perak saya nggak pernah dapat dan nggak pernah ikut apa pun. Silakan diperiksa," kata Ashraff dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (28/8/2026).

Ashraff mengaku baru mengetahui anaknya yang pernah menjadi Dirut PT RNB juga menggarap proyek outsourcing di Pemkab Pekalongan. Menurut dia, bisnis itu tidak memberikan keuntungan besar.

"Tanpa sepengetahuan saya, anak saya ikut outsourcing yang bagi saya itu adalah bisnis receh. Nggak ada untung sama sekali, tapi membuat istri saya dipenjara. Saya sangat kesal sekali," ujar Ashraff.

Ashraff juga menyebut keuntungan dari bisnis outsourcing itu tidak sebanding dengan aset keluarganya.

"Saya sedih juga pak ya. Istri saya kena apa masalah di RNB yang cuma Rp 50-60 juta untung sebulan, rumah saya miliaran disita. Sedih juga saya, itu pun dibeli sebelum istri saya jadi bupati," ucapnya.

Ashraff mengatakan sejumlah aset keluarganya sudah dimiliki jauh sebelum Fadia menjadi bupati. Menurut dia, aset tersebut berasal dari penghasilan dirinya dan istrinya sebagai pelaku usaha dan penyanyi.

"Sebelum jadi DPR RI, saya tidak pernah terlibat dalam politik. Saya orang seni. Izin, yang mulia mungkin pernah dengar lagu saya dulu? Agak ngetop, lagu Syarmila. Alhamdulillah penghasilan saya lebih besar di dunia seni. Kebetulan saya juga bisa mengorbitkan istri saya juga waktu itu jadi penyanyi," ujar dia.

"Banyak harta-harta kami yang kami beli sebelum istri saya jadi bupati. Karena alhamdulillah dengan izin Allah kami punya penghasilan lumayan dari dulu-dulu," lanjutnya.

Ashraff mengaku pernah mendapatkan bayaran Rp 40 juta hingga Rp 60 juta untuk sekali tampil pada era 1990-an. Ia juga mengaku memiliki sejumlah usaha di Malaysia dan showroom mobil yang dijalankan oleh anaknya.