NADIKABAR.COM — Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan sadis istri siri Dini Hardiyanti (30) dan anak tirinya AGF (4) di Madiun, ternyata bukan orang sembarangan. Ia berprofesi sebagai tenaga ahli manufaktur di sektor minyak dan gas bumi dengan bayaran mencapai Rp9 juta per hari.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, tersangka memiliki keterampilan khusus yang sering dipakai oleh perusahaan asing. Kemampuan Dwi Bagus sangat dibutuhkan untuk proyek berskala besar seperti pembangunan anjungan minyak lepas pantai, pengeboran bawah laut, hingga penelitian tanah sebelum eksplorasi.

"Proyek-proyek besar perusahaan asing yang mau bikin anjungan minyak, mau bikin penelitian kondisi tanah, butuh kemampuan dia," kata Jumhur, Kamis (29/10).

Keahlian spesifik tersebut, kata Jumhur, membuat Dwi Bagus mengantongi bayaran tinggi setiap kali mendapat kontrak dari luar negeri. Yakni Rp9 juta per hari, ratusan juta rupiah dalam sebulan, hingga mencapai miliaran rupiah dalam sekali kontrak proyek.

"Dia kalau dikontrak itu per hari aja bisa Rp9 juta," lanjut dia.