Jumhur menjelaskan sistem kerja tersangka berbasis kontrak proyek yang bisa berdurasi hingga tiga bulan. Kondisi finansial tersangka sangat mapan yang didukung oleh latar belakang pendidikan mentereng. Dwi diketahui merupakan lulusan jurusan manufaktur dari salah satu perguruan tinggi ternama di Bandung.
"Pintar juga lah dulu, jurusan dia tuh jarang kali ya, manufaktur itu," ucap Jumhur.
Selain cerdas, Dwi dikenal sebagai sosok pendiam dan suka belajar. Namun, kecerdasan dan ragam akal itu diduga disalahgunakan tersangka untuk merancang taktik keji dalam menghilangkan jejak pembunuhan kedua korban.
"Menghilangkan jejak aja sampai harus kayak gitu," pungkas Jumhur.
Kasus ini bermula dari hilangnya Dini Hardiyanti (30) dan anaknya AGF (4) sejak 20 September 2026. Keduanya sempat pamit untuk berwisata merayakan ulang tahun AGF ke Telaga Sarangan, Magetan, bersama Dwi.