Dalam pengerjaan pengerukan, Sudin SDA Jakarta Barat mengerahkan sekitar 30 unit dump truck. Setiap truk memiliki kapasitas angkut sekitar delapan meter kubik.
"Kalau satu rit ini pergi bareng-bareng kapasitasnya delapan kubik, itu artinya ada 240 meter kubik. Kalau dikali dua rit, berarti 480 meter kubik setiap hari,” katanya.
Selain dump truck, peralatan yang digunakan berupa alat berat amfibi dan long arm. Alat amfibi digunakan untuk pengerukan di dalam kali, sedangkan long arm untuk memindahkan material lumpur dari kali ke dump truck.
Mustajab berharap masyarakat ikut menjaga kondisi kali dan saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan."Jangan membuang sampah di kali, jangan membangun di bantaran-bantaran kali yang mengakibatkan penyempitan, sehingga penampungan yang seharusnya ideal menjadi sempit," tegasnya.
Sementara itu, hasil pengerukan lumpur dibawa ke kawasan Walungan dan TPU Tegal Alur.
"Hasil pengerukan dimanfaatkan untuk mendukung perluasan lahan makam sebagai bagian dari kebutuhan pemakaman untuk lima tahun ke depan," tambahnya.