NADIKABAR.COM β€” Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Utara (Jakut) menyalurkan bantuan bagi penyintas kebakaran di Kampung Muka, Kelurahan Ancol, yang saat ini mengungsi ke Madrasah At-Taubah, Blok D.

β€œBantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan natura dan pakaian sekolah,” kata Kepala Sudinsos Jakarta Utara Ronny Jarpiko di Jakarta, Senin.

Pihaknya juga menyediakan makanan bagi para pengungsi pada pagi, siang, dan malam selama dua hari ke depan.

Kebutuhan konsumsi tersebut didistribusikan sesuai dengan jumlah pengungsi dan permohonan dari kelurahan.

Ronny merinci bantuan yang diberikan itu meliputi beras, biskuit, mi instan, kecap, sarden, minyak goreng, tikar, matras gulung, seragam SMA, sabun dan sampo bayi, serta sandal.

Sementara itu, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara Heri Asmedi mengatakan pihaknya turut menyalurkan 15 paket perlengkapan bayi, 30 paket perlengkapan kebersihan, 50 selimut, 15 karung pakaian layak pakai, 35 matras, dan 10 dus air mineral.

Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan warga di lokasi pengungsian. Di samping itu, PMI juga mengerahkan dua ambulans untuk mendukung pelayanan kesehatan.

"Kemarin, kami memberikan pertolongan pertama kepada warga yang mengalami luka robek, lecet, luka bakar hingga sesak napas. Kami terus bersiaga dan memantau kondisi warga pascakebakaran," ujar Heri.

Di sisi lain, Lurah Ancol Bijakri Saud Maruli Manik menyebutkan bantuan dari Sudinsos Jakarta Utara, PMI Jakarta Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, dan sejumlah pihak lainnya datang secara bertahap.

Menurut dia, sejak Minggu (27/9) sampai dengan hari ini, bantuan terus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga, mulai dari makanan, perlengkapan bayi, obat-obatan, air mineral, perlengkapan mandi, pakaian, selimut, kipas angin hingga tenda posko.

Dia mengungkapkan peristiwa kebakaran yang terjadi pada Minggu (27/9) itu menghanguskan 20 bangunan semipermanen yang terdiri dari 95 pintu kontrakan.

Sebanyak 110 Kepala Keluarga (KK) dengan total 380 jiwa kehilangan tempat tinggal.

"Hingga kini, tercatat 174 warga berada di lokasi pengungsian, dan warga lainnya memilih tinggal sementara di rumah keluarga maupun tempat lain," ungkap Bijakri.

Dia pun memastikan kebutuhan warga selama berada di pengungsian terus dipantau, termasuk ketersediaan air bersih.

Selain itu, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) juga dikerahkan untuk membantu membersihkan area terdampak dan mengangkut puing-puing sisa kebakaran bersama warga.

"Kami memastikan kebutuhan dasar dan air bersih bagi warga tetap terpenuhi," tutur Bijakri.