"Dengan banyak minum air putih, menggunakan pakaian yang seluruh tubuhnya tertutup karena memang pengaruhnya terhadap tubuh juga cukup lumayan," ucapnya.

Sementara itu, salah satu warga Kota Semarang, Ilma (28), bahkan menggambarkan panas di Semarang seperti berada di Madinah. Dia mengaku suhu yang terik membuatnya lebih berhati-hati menjaga kondisi tubuh.

"Panasnya panas banget. Semoga ini bisa untuk latihan umrah, untuk umrah atau naik haji," kata Ilma kepada NadiKabar.

Ilma mengatakan, cuaca panas sudah terasa sangat menyengat sekitar sepekan terakhir. Dia bahkan menyebut panasnya terasa hingga ke tubuh.

"Seminggu belakangan ini memang panasnya keterlaluan banget. Kayak sampai ke tulang-tulang, menusuk," ujarnya.

Meski cuaca panas, Ilma mengaku tidak mengalami sakit berat. Namun, dia pernah merasakan sakit tenggorokan.

"Tapi kalau sudah panasnya seperti ini nggak berani minum es. Air biasa saja, soalnya takut sakit," tuturnya.

Ilmu juga memiliki cara tersendiri untuk melindungi diri dari teriknya matahari. Mulai dari menggunakan sunscreen hingga sarung tangan.