NADIKABAR.COM — Menunda pekerjaan menjadi kebiasaan yang kerap dialami banyak orang, baik saat mengerjakan tugas kantor, menyelesaikan pekerjaan rumah, maupun memenuhi tanggung jawab sehari-hari. Awalnya mungkin hanya ingin beristirahat sebentar, tetapi tanpa disadari waktu berlalu dan pekerjaan justru semakin menumpuk.

Kebiasaan ini dikenal sebagai prokrastinasi, yaitu perilaku menunda pekerjaan meskipun seseorang mengetahui bahwa penundaan tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif. Penyebabnya pun beragam, mulai dari merasa kewalahan, takut melakukan kesalahan, sulit berkonsentrasi, hingga terlalu banyak gangguan di sekitar.

Menunda pekerjaan tidak selalu berarti seseorang malas. Dalam sejumlah kasus, kebiasaan ini berkaitan dengan kesulitan mengelola emosi, tekanan terhadap diri sendiri, atau kebingungan menentukan langkah awal.

Meski demikian, kebiasaan menunda pekerjaan bisa dikurangi dengan membangun rutinitas yang lebih teratur dan menerapkan strategi sederhana. Berikut sepuluh cara yang bisa Anda coba agar pekerjaan lebih cepat selesai dan produktivitas meningkat, mengutip Newcastle University dan sumber-sumber lain.

1. Kenali penyebab kebiasaan menunda pekerjaan

Langkah pertama untuk mengatasi kebiasaan menunda adalah memahami alasan di baliknya. Cobalah memperhatikan kapan Anda paling sering menunda pekerjaan dan apa yang dirasakan saat itu.

Misalnya, Anda mungkin menunda karena pekerjaan terlihat terlalu rumit, khawatir hasilnya tidak sesuai harapan, atau merasa tidak tahu harus mulai dari mana. Ada pula yang mudah terdistraksi oleh media sosial, pesan masuk, maupun kegiatan lain yang terasa lebih menyenangkan.

Dengan mengenali pemicunya, Anda dapat menentukan cara yang lebih tepat untuk mengatasinya. Jika masalahnya adalah kebingungan, buatlah langkah kerja yang lebih jelas. Jika penyebabnya gangguan dari ponsel, kurangi akses terhadap aplikasi yang sering mengalihkan perhatian.

Memahami penyebab penundaan membantu Anda menyelesaikan masalah dari akarnya, bukan sekadar memaksa diri untuk bekerja lebih keras.

2. Pecah pekerjaan besar menjadi tugas-tugas kecil

Pekerjaan yang terlihat besar dan rumit sering kali membuat seseorang merasa kewalahan sebelum mulai mengerjakannya. Akibatnya, pekerjaan terus ditunda karena terasa membutuhkan terlalu banyak waktu dan tenaga.

Untuk mengatasinya, cobalah membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian yang lebih kecil dan mudah dilakukan.

Sebagai contoh, daripada menuliskan target “menyelesaikan laporan bulanan”, Anda bisa membaginya menjadi mengumpulkan data, memeriksa angka, menyusun kerangka laporan, menulis isi, dan melakukan pemeriksaan akhir.

Setiap bagian memiliki target yang lebih jelas sehingga Anda tidak perlu memikirkan seluruh pekerjaan sekaligus.

Cara ini juga membantu Anda melihat kemajuan secara bertahap. Ketika satu bagian selesai, Anda bisa melanjutkan ke bagian berikutnya tanpa harus merasa terbebani oleh keseluruhan tugas.

3. Terapkan aturan lima menit untuk memulai pekerjaan

Jika Anda kesulitan memulai, cobalah aturan lima menit. Caranya sederhana, yakni berkomitmen mengerjakan tugas selama lima menit terlebih dahulu.

Anda tidak harus langsung menyelesaikan semuanya. Cukup lakukan langkah awal, seperti membuka dokumen, membaca instruksi, menyusun tiga poin utama, atau membalas satu pesan pekerjaan yang penting.

Strategi ini dapat membantu mengurangi hambatan mental ketika hendak memulai pekerjaan. Setelah lima menit berlalu, Anda bisa memutuskan untuk melanjutkan jika masih memungkinkan.

Pendekatan serupa juga disarankan dalam panduan Oxford Health NHS Foundation Trust untuk membantu seseorang mengatasi kebiasaan menunda.

Hal terpenting adalah tidak menunggu sampai merasa benar-benar termotivasi. Terkadang, motivasi justru muncul setelah Anda mulai melakukan sesuatu.

4. Susun daftar pekerjaan berdasarkan prioritas

Daftar pekerjaan atau to-do list dapat membantu Anda mengetahui apa yang perlu diselesaikan dan mencegah waktu habis untuk memikirkan tugas mana yang harus dikerjakan lebih dahulu.