Namun, jangan sekadar menuliskan semua pekerjaan tanpa menentukan urutannya. Pisahkan tugas berdasarkan tingkat kepentingan, tenggat waktu, dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.
Dahulukan pekerjaan yang penting dan mendesak, terutama jika berkaitan dengan tenggat waktu atau tanggung jawab yang tidak bisa ditunda. Setelah itu, alokasikan waktu untuk tugas penting lainnya yang belum harus selesai hari itu.
Hindari membuat daftar terlalu panjang yang justru membuat Anda semakin kewalahan. Pilih beberapa target realistis untuk diselesaikan dalam satu hari.
Anda juga bisa menuliskan hasil yang ingin dicapai secara spesifik. Misalnya, bukan hanya “mengerjakan presentasi”, melainkan “menyelesaikan lima slide pertama sebelum makan siang”.
Target yang jelas membuat Anda lebih mudah memulai dan mengevaluasi kemajuan pekerjaan.
5. Gunakan teknik Pomodoro untuk menjaga fokus
Teknik Pomodoro merupakan metode pengelolaan waktu yang membagi pekerjaan ke dalam sesi fokus dan waktu istirahat singkat.
Salah satu pola yang umum digunakan adalah bekerja selama 25 menit, kemudian beristirahat selama lima menit. Setelah menyelesaikan empat sesi, Anda dapat mengambil istirahat yang lebih panjang sesuai kebutuhan.
Selama sesi kerja, fokuslah pada satu tugas dan hindari berpindah-pindah aktivitas tanpa alasan yang jelas. Jika muncul keinginan untuk membuka media sosial atau mengerjakan hal lain, catat terlebih dahulu dan kembali ke pekerjaan utama.
Metode ini dapat membantu Anda memulai pekerjaan tanpa merasa harus berkonsentrasi selama berjam-jam sekaligus.
Meski demikian, durasinya tidak harus selalu 25 menit. Anda dapat menyesuaikannya dengan tingkat kesulitan pekerjaan, kemampuan berkonsentrasi, serta kebutuhan istirahat masing-masing.
6. Kurangi gangguan dari ponsel dan lingkungan sekitar
Salah satu penyebab pekerjaan tertunda adalah banyaknya gangguan yang muncul ketika sedang berusaha berkonsentrasi.
Notifikasi pesan, media sosial, video pendek, dan percakapan di sekitar dapat membuat perhatian teralihkan. Akibatnya, pekerjaan yang seharusnya selesai dalam waktu singkat justru membutuhkan waktu lebih lama.
Untuk mengatasinya, aktifkan mode senyap atau fitur jangan ganggu pada ponsel selama sesi kerja. Letakkan perangkat di luar jangkauan jika tidak dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas.
Jika bekerja di lingkungan yang ramai, Anda bisa memilih tempat yang lebih tenang atau menggunakan penyumbat telinga jika memungkinkan.
Selain itu, siapkan kebutuhan kerja sebelum memulai agar Anda tidak perlu berulang kali meninggalkan meja untuk mencari dokumen, alat tulis, atau bahan lainnya.
Lingkungan yang mendukung dapat membantu Anda mempertahankan perhatian dan mengurangi kesempatan untuk menunda pekerjaan.
7. Jangan menunggu hasil yang sempurna
Keinginan menghasilkan pekerjaan terbaik memang bisa menjadi hal positif. Namun, jika standar yang ditetapkan terlalu tinggi, Anda justru mungkin takut memulai karena khawatir hasilnya tidak akan sesuai harapan.
Kondisi ini dapat membuat seseorang terlalu lama merencanakan, berulang kali memeriksa hal kecil, atau terus menunda karena merasa belum siap.
Untuk mengatasinya, fokuslah menyelesaikan draf awal terlebih dahulu. Anda tidak harus menghasilkan pekerjaan yang sempurna pada percobaan pertama.
Misalnya, ketika menulis laporan, susun terlebih dahulu gagasan utama dan data yang diperlukan. Setelah seluruh bagian selesai, barulah Anda memeriksa kesalahan, memperbaiki kalimat, dan menyempurnakan hasilnya.