"Pameran ini tampaknya bertujuan untuk menyoroti pencapaian program pengembangan sains pertahanan Kim. Hal ini memberikan kesan sebagai propaganda yang dimaksudkan untuk meraih keuntungan strategis menjelang potensi pertemuan puncak antara Korea Utara dan AS," sebut Shin.

Para analis juga mengatakan bahwa museum tersebut juga mencerminkan upaya lebih luas dari Kim Jong Un untuk mengubah pameran persenjataan Korut menjadi simbol abadi atas pencapaian militer rezim tersebut.

Laporan ini muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya mungkin bertemu Kim Jong Un dalam kunjungan yang direncanakan ke Asia. Trump diperkirakan akan menghadiri KTT APEC di China pada pertengahan November.

Sehari setelah pameran, Korut terdeteksi kembali meluncurkan sejumlah rudal balistik dari wilayahnya, Senin (12/10) waktu setempat. Aktivitas peluncuran ini terjadi menyusul ketegangan yang semakin meningkat akibat ledakan ranjau di area perbatasan dengan Korea Selatan (Korsel) yang dijaga ketat.

Sejak ledakan yang melukai tiga tentara Korsel itu terjadi di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang dikuasai Seoul, kedua negara telah memamerkan uji coba teknologi rudal yang telah ditingkatkan.