NADIKABAR.COM — Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP-ABG) di Lapangan minyak dan gas (migas) Jatibarang, Jawa Barat, sukses menjadi pionir dalam pemrosesan gas bumi berkandungan karbondioksida tinggi (high CO2) menjadi gas yang siap digunakan sebagai sumber energi.
Keberhasilan inovasi pengolahan gas di SP-ABG ini dapat menjadi proyek percontohan (pilot project) yang siap direplikasi pada proyek-proyek raksasa nasional lainnya dengan karakteristik gas alam serupa, seperti Blok Natuna.
Supervisor Production SP-ABG Pertamina EP Zona 7 Regional Jawa Bagian Barat, Dedy Gradienda, mengatakan keberadaan fasilitas pengolahan ini tidak hanya menjadi solusi teknis atas tantangan produksi energi dari gas berkandungan impurities tinggi, tetapi juga menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan energi nasional yang lebih berkelanjutan.
"Bisa direplikasi di beberapa tempat yang lain yang memiliki kandungan CO2 yang sama, gitu. Seperti contohnya Natuna yang saya dapat info itu, itu bisa direplikasikan. Makanya ini merupakan pilot project, percontohan supaya ketahanan energi di Indonesia tetap berlanjut lah," ujar Dedy di fasilitas SP-ABG, Indramayu, Selasa (22/9/2026). Dedy menjelaskan keberhasilan SP-ABG Jatibarang dalam mengolah gas high CO2 didukung oleh penggunaan teknologi sirkulasi amina. Fasilitas ini mampu menekan tingkat kandungan CO2 yang sangat ekstrem secara signifikan sehingga gas tersebut layak dan bernilai guna tinggi untuk dipasarkan.