Dia juga memaparkan mata uang Rupiah masih akan mengalami volatilitas karena situasi global masih tak menentu. Situasi suku bunga tinggi bank sentral AS yang berkepanjangan alias higher for longer juga menjadi perhatian, apalagi nilai inflasi yang masih jauh di atas target.

Destry mengklaim dalam dua hari ini Rupiah masih terjaga dengan baik. Meskipun sempat terjadi pelemahan, namun hal tersebut sejalan dengan tren negara berkembang.

"Tapi so far dua hari ini rupiah bisa kami jaga stabilitasnya, sehingga terjadi memang perlambatan sedikit pelambatan dan itu juga sesuai dengan beberapa negara di emerging market," terang Destry.