"Desa dan kampung wisata yang telah maju dapat membagikan praktik baik, sementara yang sedang berkembang memperoleh kesempatan belajar dan memperkuat tata kelolanya," katanya.
Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Enik Ermawati mengatakan pengembangan desa dan kampung wisata perlu memperhatikan partisipasi masyarakat, perlindungan lingkungan, serta manfaat ekonomi dan sosial.
Dengan demikian, kata dia, destinasi berbasis masyarakat tersebut tidak hanya menjadi tempat kunjungan, tetapi mampu menciptakan nilai bagi masyarakat yang hidup dan bekerja di dalamnya.
"Desa bukan hanya tempat yang dikunjungi. Masyarakat adalah bagian yang sangat penting dalam pengembangan pariwisata," katanya.