Salah satu upaya yang dilakukan Pemda DIY yakni membuat konten edukasi terkait video tersebut sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat.

"Pembuatan konten di atas salah satu sosialisasinya. Kemudian ada juga sosialisasi-sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Kominfo yang dilakukan secara offline, dengan sasaran masyarakat di tingkat kalurahan," ujar Ditya.

Sebelumnya, Sultan juga pernah menjadi korban rekayasa AI pada Juli lalu. Saat itu beredar video yang memperlihatkan Sultan seolah menyampaikan pernyataan suatu perkara. Pihak Pemda DIY saat itu juga memberikan penjelasan.

"Jadi lebih ke scam ya, penipuan itu. Jadi, di video itu, kurang lebih disampaikan bahwa Ngarsa Dalem itu mempromosikan, jadi seolah-olah agar pembayaran terhadap suatu barang itu bisa dilakukan sebelum barang itu dikirim. Dan menyebut merchant, artinya kan itu nggak mungkin kan disampaikan oleh beliau," kata Koordinator Substansi Bagian Humas Biro Umum, Humas, dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji, saat dijumpai di Kompleks Kepatihan Kota Jogja, Rabu (22/7/2026).