NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, mengembangkan Program Revolusi Pertanian (Revolper) melalui penerapan teknologi budi daya, benih unggul, dan penguatan irigasi untuk meningkatkan produktivitas padi serta kesejahteraan petani.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dalam keterangan di Sumedang, Minggu, mengatakan kolaborasi tersebut dilakukan dengan pendekatan rangkaian panen raya padi varietas IF 20 dan Inpari 32 di Kelompok Tani Gemah Ripah, Tanjungkerta.

"Kolaborasi menjadi kunci untuk menghasilkan program pertanian yang memberikan manfaat nyata bagi para petani. Pendapatan petani meningkat, dan pada akhirnya petani semakin sejahtera," katanya.

Poktan Gemah Ripah mengembangkan demplot padi pada lahan seluas 10 hektare dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Winaya Mukti (Unwim), serta Balitbang Ketahanan Mandiri untuk menguji penerapan teknologi pertanian.

Program tersebut menerapkan inovasi mulai dari teknik budi daya, pemupukan presisi, hingga pengendalian hama terpadu guna meningkatkan produksi sekaligus menekan biaya operasional usaha tani.

Berdasarkan hasil ubinan tahap pertama yang dianalisis tim statistik dan tim Revolper, produktivitas padi di lahan demplot menunjukkan peningkatan yang disebut hampir mencapai 100 persen, meskipun angka hasil panen dalam ton per hektare belum dirinci.

"Kerangka pemikiran Pemda Sumedang saat ini, logical framework-nya, adalah bahwa dalam bekerja kita harus melibatkan pentahelix. Pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pengusaha harus bersama-sama mewujudkan program ini agar berhasil dan sukses," katanya.

Ia menjelaskan, Revolper bertumpu pada empat komponen utama, yakni ketersediaan air dan kepastian irigasi, penggunaan benih unggul bermutu, pemupukan berimbang yang efektif dan efisien, serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian untuk memodernisasi proses produksi hingga pascapanen.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Sumedang juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian, pemeliharaan jaringan irigasi tingkat usaha tani, serta pembangunan dam parit.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, produksi padi daerah tersebut pada 2025 mencapai 294.000 ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 103.000 ton per tahun.

Adapun varietas Inpari 32 memiliki rata-rata hasil sekitar 6,30 ton per hektare gabah kering giling (GKG) dengan potensi hasil mencapai 8,42 ton per hektare GKG, sehingga penerapan teknologi Revolper diharapkan mampu memperkuat produktivitas dan ketahanan pangan daerah.