Jules juga meminta anak muda untuk bersikap kritis terhadap berbagai ajakan yang beredar, terutama jika belum memahami tujuan dan risiko dari ajakan tersebut.
"Jangan mudah terprovokasi dan jangan sekadar ikut-ikutan terhadap ajakan yang belum dipahami tujuan maupun risikonya. Jadilah generasi muda yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab," ujarnya.
Di sisi lain, Abast menegaskan Polri menghormati hak generasi muda untuk menyampaikan pendapat, gagasan, kritik, dan aspirasi. Namun, ia mengingatkan kebebasan tersebut perlu dijalankan secara bertanggung jawab, tertib, dan damai dengan tetap menghormati hak serta keselamatan orang lain.
Polda Jatim juga mengajak orang tua membangun komunikasi terbuka dengan anak-anak mereka. Pendampingan terhadap lingkungan pergaulan dan aktivitas anak di ruang digital dinilai penting untuk membantu menjaga mereka dari pengaruh negatif.