Bahan-bahan tersebut kemudian diolah melalui beberapa tahapan hingga menjadi sumpia berukuran kecil yang siap digoreng dan dipasarkan.

Udang rebon menjadi salah satu bahan yang memberikan karakter rasa tersendiri. Perpaduan gurihnya udang dengan bumbu dan tekstur renyah membuat sumpia ini cocok dijadikan camilan sehari-hari.

"Awal usaha ini tahu dari keluarga saya di Kuningan, setelah itu saya coba-coba ternyata banyak yang minat dan alhamdulillah bertahan sampai sekarang," paparnya.

Ukurannya yang kecil juga membuat sumpia praktis disantap kapan saja, baik sebagai teman minum teh maupun sekadar camilan di rumah.

Tak mengherankan jika produk tersebut memiliki pelanggan di luar wilayah Cirebon.

Perjalanan usaha Maksum tidak berhenti di pasar lokal. Produk sumpia udangnya kini dipasarkan ke sejumlah daerah di luar Jawa Barat.

Pasarnya bahkan telah menjangkau berbagai kota di Jawa Timur, seperti Blitar, Kediri, Tuban, Gresik, Surabaya dan Lamongan. Produk tersebut juga dipasarkan hingga Palembang.

Untuk setiap kemasan seberat 5 kilogram atau satu ball, sumpia udang miliknya dijual dengan harga sekitar Rp115 ribu.

Jangkauan pasar yang semakin luas membuat kapasitas produksi harus terus dijaga. Sebab, permintaan dari berbagai daerah datang secara berkelanjutan dan menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM.

"Kebanyakan yang pesan sih dari luar kota, jadi kami benar-benar harus jaga kualitasnya," terangnya.