"Nah saya juga bingung Bang, salah saya apa? Kok tiba-tiba diambil dimasukin ke tempat tersebut. Gitu loh. Enggak ada panggilan polisi, enggak ada ini-itu," lanjutnya.
Setelah berada di tempat tersebut selama enam bulan, Aron mengaku berusaha menjalin hubungan baik dengan orang-orang di sekitarnya. Upaya itu dilakukan agar dirinya mendapatkan kepercayaan dan memiliki kesempatan untuk keluar dari lokasi penyekapan.
Sunan mengatakan Aron akhirnya bisa keluar bersama pengelola tempat tersebut. Namun, setelah berada di luar, Aron disebut langsung mencari cara untuk melarikan diri.
"Ya dia cerita, dia berbaik-baiklah supaya mendapatkan kepercayaan dari orang-orang di situ. Sehingga dia bisa ada kesempatan untuk keluar bersama dengan pengelolalah. Istilahnya katanya pengelola tempat tersebut," jelas Sunan.
"Begitu bisa keluar, dia langsung berpikir bagaimana caranya dia melarikan diri ketika ada di luar daripada tempat tersebutlah ya. Dia melarikan diri, dia minta tolong sama orang untuk lari, pokoknya mengarah ke Jakarta," sambungnya.
Menurut Sunan, Aron mengaku memilih untuk segera kembali ke Jakarta daripada melaporkan kejadian tersebut kepada polisi di wilayah setempat. Keputusan itu disebut dilandasi rasa takut terhadap kemungkinan dirinya justru dituduh sebagai orang yang melarikan diri dari tempat tersebut.
"Saya tanya, kenapa kamu nggak lapor polisi di sana? 'Saya takut, Bang. Saya takut jangan-jangan nanti saya malah difitnah' Gitu loh," kata Sunan.
Ia kemudian menjelaskan kekhawatiran yang diceritakan Aron kepadanya.
"Polisi saya laporin, polisi panggil orang itu, malah orang itu bilang, 'Ah, ini pasien saya atau ini tahanan saya yang kabur'. Nah itu yang membuat dia takut berpikir lebih baik pokoknya caranya bagaimana harus nyampe ke Jakarta," lanjutnya.