Selain menceritakan dugaan penculikan dan penyekapan, Aron juga disebut mengungkap perlakuan yang dialaminya selama berada di lokasi tersebut. Sunan mengatakan Aron diperlakukan sebagai warga binaan.
"Dia bilang di sana dia dibina. Dia sebagai warga binaan. Warga binaan yang menurut Aron kemarin dia harus salat sebanyak 120 rakaat dalam satu hari," ungkap Sunan.
Sunan juga mengaku menanyakan apakah Aron mengalami kekerasan fisik selama berada di lokasi tersebut. Menurutnya, Aron mengaku terdapat tindakan kekerasan dan penganiayaan di tempat itu.
"Terus saya tanya, ada nggak kekerasan penganiayaan di lingkungan tempat kamu disekap? 'Ada' katanya. Bahkan ada yang sampai gini, gini, gini, gini. Saya bilang, 'Kamu bener ini, bener?'," tuturnya.
Meski demikian, keterangan mengenai dugaan penculikan, penyekapan, dan kekerasan tersebut masih berdasarkan pengakuan Aron sebagaimana disampaikan Sunan. Sunan mengaku masih mempertanyakan status tempat yang disebut Aron sebagai lokasi penyekapan. Menurut cerita kliennya, tempat tersebut bukan merupakan institusi resmi, melainkan dikelola oleh beberapa orang.
Saat ditanya apakah Aron masih mengingat lokasi tempat dirinya berada selama enam bulan, Sunan menilai seharusnya kliennya masih mengetahui tempat tersebut.
"Ya harusnya sih tahu ya, orang 6 bulan di sana," jawab Sunan.
Ia juga menegaskan bahwa berdasarkan cerita Aron, orang-orang yang berada di lokasi tersebut sebelumnya tidak saling mengenal.
"Enggak kenal. Makanya kan saya agak heran ya, ini tempat apa gitu," pungkasnya.