NADIKABAR.COM — Suplai BBM di Jember selama sepekan terakhir berkurang akibat tersendatnya pasokan BBM karena kemacetan di rute pengiriman utama dari Banyuwangi. Kendala lalu lintas dan perbaikan jalan berimbas pada keterlambatan pengiriman ke SPBU.
Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) mengambil kebijakan kepada para siswa-siswi untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ).
"Dalam rangka menyikapi belum normalnya distribusi BBM di Kabupaten Jember dan tidak berdampak kepada sektor lainnya, dengan hormat kami mengimbau agar sekolah di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember melakukan Pembelajaran secara online dan/atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)," kata Gus Fawait kepada NadiKabar, Rabu (9/9/2026).
Gus Fawait juga mengimbau sekolah di bawah naungan Kementerian Agama seperti Madrasah juga menggelar sekolah secara online.
"Mengimbau agar sekolah di bawah naungan Kementerian Agama melakukan pembelajaran secara online atau pembelajaran jarak jauh (PJJ)," terangnya
PJJ, kata Gus Fawait dilakukan pada 10 September hingga 12 September 2026 untuk menekan angka konsumsi BBM di Jember. Setelah suplai normal, sekolah tatap muka akan berlangsung normal kembali.
"Pembelajaran secara online dan/atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember dilaksanakan mulai tanggal 10 sampai dengan 12 September 2026," tegasnya.
"Kami terus berupaya agar suplai BBM di Jember kembali normal dalam waktu secepatnya," tandasnya.