Surabaya dikenal sebagai salah satu kota dengan karakter cuaca yang relatif panas. Karena itu, suhu 34°C dapat terasa cukup terik ketika masyarakat berada langsung di bawah sinar matahari dalam waktu lama.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan dapat menyesuaikan waktu kegiatan jika memungkinkan. Menggunakan pakaian yang nyaman, membawa air minum, dan mengurangi paparan langsung sinar matahari ketika kondisi terasa sangat panas juga dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kenyamanan.
Selain suhu, kelembapan udara juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi bagaimana kondisi cuaca terasa. Hari ini, kelembapan udara di Surabaya diprakirakan berada pada kisaran 43-86 persen.
Rentang tersebut menunjukkan adanya perbedaan kondisi kelembapan sepanjang periode prakiraan. Kelembapan yang lebih tinggi dapat membuat udara terasa lebih pengap, terutama ketika suhu juga meningkat. Sebaliknya, kelembapan yang lebih rendah dapat membuat udara terasa relatif lebih kering.
Kombinasi tim redaksi suhu tinggi dan kondisi cerah menjadi hal yang perlu diperhatikan masyarakat yang banyak menghabiskan waktu di luar ruangan. Terlebih, panas yang dirasakan tubuh tidak selalu hanya ditentukan oleh angka suhu, tetapi juga dipengaruhi kelembapan, paparan matahari, angin, serta kondisi lingkungan sekitar.
Dengan suhu maksimum mencapai 34°C, kondisi paling panas berpotensi dirasakan ketika aktivitas matahari sedang tinggi. Masyarakat Surabaya yang hendak bepergian atau bekerja di luar ruangan sebaiknya memperhatikan kondisi tubuh dan tidak memaksakan aktivitas apabila mulai merasa terlalu panas.