Survei juga mencatat 81,5 persen pemuda bangga menjadi warga Indonesia, dengan skor rata-rata kebanggaan mencapai 7,51. Sebanyak 71,3 persen responden menilai nilai-nilai Sumpah Pemuda masih relevan untuk diterapkan dalam kehidupan saat ini, termasuk menghadapi persaingan di era digital.
Perwakilan pemuda Firdarainy Nurul Izzah menilai kebanggaan terhadap Indonesia perlu berjalan beriringan dengan keyakinan bahwa generasi muda memiliki kesempatan untuk berkembang dan menyampaikan aspirasi.
"Saya melihat bahwa kebanggaan terhadap negara ini tidak sejalan dengan optimisme kita kepada masa depan," ujar dia.
Ia mengatakan kebanggaan sebagai warga Indonesia tetap muncul ketika berinteraksi dengan teman-teman di luar negeri. Namun, kesempatan untuk mandiri secara ekonomi dan menyampaikan kritik yang dapat didengar pembuat kebijakan masih menjadi pertanyaan bagi sebagian pemuda.
Survei KedaiKOPI dilakukan secara daring pada 23-29 September 2026 terhadap 1.213 warga negara Indonesia berusia 17-45 tahun dari 36 provinsi, yang terdiri atas kelompok generasi Z dan milenial.
Data survei dibobotkan menggunakan metode iterative proportional fitting berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan, agama, wilayah, dan provinsi.