"Posisi KDM juga tidak banyak berubah ketika responden diberikan daftar nama calon atau menggunakan pertanyaan semi-terbuka. Dalam skenario tersebut, Prabowo kembali berada di posisi pertama dengan 32,4 persen, KDM 20,6 persen, dan Anies Baswedan 20,5 persen," ujarnya.
Jika elektabilitas dipetakan berdasarkan wilayah, kekuatan KDM terlihat paling besar di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Di tiga wilayah tersebut, KDM mencatatkan elektabilitas sebesar 40,3 persen dan menempati posisi pertama.
Anies Baswedan berada di urutan kedua dengan 29,5 persen. Sementara Prabowo berada di posisi berikutnya dengan 10,1 persen. Ganjar Pranowo memperoleh 2,8 persen dan Sherly Tjoanda 0,7 persen.
"Jika dilihat berdasarkan wilayah, kekuatan KDM terlihat paling menonjol di Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Di tiga wilayah tersebut, KDM mencatat elektabilitas 40,3 persen, sekaligus menempatkannya di posisi pertama," kata Rico.
Di wilayah Sumatra, peta kekuatan berbeda. Prabowo memimpin dengan elektabilitas 37,7 persen, disusul Anies sebesar 21 persen dan KDM 17,5 persen.
Prabowo juga unggul di Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur dengan angka 37,8 persen. KDM berada di posisi kedua dengan 19,6 persen, sedangkan Anies memperoleh 15,8 persen.