Persaingan lebih ketat terjadi di Bali, Kalimantan, NTB, dan NTT. Prabowo memperoleh elektabilitas 29,5 persen, sementara Anies berada tepat di belakangnya dengan 28 persen. KDM memperoleh 9,1 persen.
Sementara di Sulawesi dan Indonesia Timur, dominasi Prabowo semakin terlihat dengan elektabilitas mencapai 50 persen. Anies memperoleh 9,8 persen, Sherly Tjoanda 8,8 persen, KDM 5,9 persen, dan Ganjar Pranowo 2 persen.
"Temuan tersebut memperlihatkan bahwa Prabowo memiliki basis dukungan yang relatif tersebar di berbagai kawasan Indonesia, sementara kekuatan KDM terkonsentrasi kuat di Banten, DKI Jakarta dan terutama Jawa Barat," jelasnya.
Survei Median dilakukan melalui wawancara tatap muka atau face-to-face interview pada 21 Juli hingga 2 Agustus 2026. Survei menyasar warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih.
Sebanyak 1.212 responden menjadi sampel dalam survei tersebut. Median menyebut survei memiliki margin of error sebesar ±2,76 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan distribusi responden secara proporsional berdasarkan populasi provinsi dan gender. Untuk menjaga kualitas data, Median melakukan quality control terhadap 20 persen sampel.