NADIKABAR.COM — Usai disetujui DPR sebagai pengganti Listyo Sigit, langkah Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri tinggal selangkah, yaitu pengangkatan oleh Presiden Prabowo. Usai dilantik, Suyudi akan menjabat di pucuk kepemimpinan Polri.

Sebelumnya, Suyudi telah melewati fit and proper test di depan Komisi III DPR RI. Usai membacakan visi-misinya, Suyudi secara aklamasi ditetapkan lolos ujian tersebut dan menjadi satu-satunya Calon Kapolri yang dibawa ke Sidang Paripurna DPR.

Dalam rapat tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin sekaligus menyetujui pengangkatan Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru. Mengutip NadiKabar, Komjen Pol Suyudi ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Surpres Nomor R-57/Pres/09/2026 pada 30 September 2026.

"Sekarang kami menanyakan kepada Sidang Dewan yang terhormat, apakah Laporan Komisi III DPR RI atas hasil pembahasan usul pemberhentian dengan hormat Komisaris Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dari Jabatan Kapolri apakah dapat disetujui?" ujar Puan.

Setelah itu, Puan mengajukan pertanyaan berikutnya untuk pengangkatan calon Kapolri baru.

"Selanjutnya, kami meminta persetujuan pengangkatan Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. sebagai Kapolri apakah dapat disetujui?" ujar Puan.

Para anggota DPR yang hadir pun secara serentak menyatakan setuju.

Dalam masa kepemimpinannya nanti, Suyudi menjanjikan sejumlah hal di antaranya sembilan isu utama yang perlu dibenahi. Di antaranya kecepatan merespons laporan, kesetaraan di hadapan hukum, pungutan liar dan pelayanan transaksional, penyalahgunaan kewenangan, penggunaan kekuatan, kepercayaan terhadap tempat pengaduan, transparansi perkara, serta kultur pelayanan.

Dirinya juga bertekad untuk mematahkan stigma 'No Viral No Justice' yang banyak menggaung di tengah masyarakat. Dalam penyampaiannya di uji kelayakan dan kepatutan di depan Komisi III DPR, Suyudi mengatakan masyarakat yang membuat laporan polisi harus mendapatkan penanganan dan informasi perkembangan perkara.

"Capaian internal harus dibaca bersama pengalaman masyarakat. Pola pengaduan menunjukkan bahwa penyelidikan dan penyidikan, pelayanan, kepastian perkara, integritas, dan penggunaan kewenangan tetap menjadi titik yang harus terus dibenahi," kata Suyudi.

Kabar Sore akan memberikan informasi terbaru terkait pergantian Kapolri. Simak berita-beritanya dalam Kabar Sore!

Beralih ke Timnas Garuda, Kesebelasan Indonesia akan kembali melakoni pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026. Kali ini, Indonesia akan berhadapan dengan Bangladesh. Skuad Garuda diprediksi memetik kemenangan besar.

Tim asuhan John Herdman membutuhkan kemenangan atas Bangladesh untuk lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Saat ini, mereka bersaing ketat dengan Malaysia di klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Grup A. Malaysia dan Indonesia sama-sama mengumpulkan empat poin. Namun Harimau Malaya saat ini berada di puncak klasemen Grup A karena unggul selisih gol atas Indonesia.

Dalam dua pertandingan di FIFA ASEAN Cup 2026, Bangladesh selalu kalah. Tigers of Bengal dikalahkan oleh Malaysia 0-3 dan Singapura 0-1, Juru kunci Grup A tersebut sudah kebobolan sebanyak empat gol tanpa balasan.

Meskipun akan bertanding di depan pendukung Indonesia yang terkenal militan, Thomas Dooley berjanji akan memberi kejutan kepada Timnas Garuda. Jika hal ini menjadi keuntungan bagi Indonesia, ada satu syarat lagi yang perlu sentuhan Dewi Fortuna agar Indonesia masuk final. Malaysia harus tumbang saat melawan Singapura.

Mampukah Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup? Simak obrolannya dalam d'Hattrick!

Di Balik geliat saham dalam negeri, IHSG masih sulit lepas dari level 6 ribuan. Ada sejumlah faktor yang membuat hal ini terjadi. Beberapa di antaranya adalah masalah klasik mulai dari harga minyak serta konsentrasi kencang geopolitik di Timur Tengah.

Hal ini yang membuat pada akhirnya sejumlah investor asing melakukan tindakan pengamanan yaitu net sell dalam angka yang fantastis. Secara internal, sejumlah usaha sudah dilakukan oleh BEI. salah satu hal yang populer dibahas belakangan ini adalah penetapan harga saham terendah Rp 1.

Seperti dipahami bersama, alasan membeli saham hanya karena "sudah murah" atau karena "asing kemarin masuk" bukan lagi strategi yang memadai. Perlu ada gebrakan yang lebih ideal untuk menelisik kans meraup cuan di tengah kondisi ini. Apa solusinya? Simak diskusinya dalam Sunsetalk!

Jelang petang nanti, Kabar Sore akan kembali menghadirkan Zulkifli Hasan untuk membahas sejauh mana Kopdes Merah Putih akan menjadi tulang punggung distribusi logistik antardesa bahkan dari desa ke manca negara. Soal ini, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, juga akan mengulas sejauh mana peta jalan niaga yang disiapkan pemerintah dapat menjadi jembatan ekonomi bagi masyarakat.

Bagaimana gambaran tata niaga komoditas yang disiapkan Zulkifli Hasan bekerja sama dengan Budi Santoso? Simak diskusinya dalam #ZulhasBikinJelas.

Simak berita terbaru dan menarik NadiKabar lainnya dalam Kabar Sore. Kabar Sore, Nggak Cuma Hore-hore!