NADIKABAR.COM — Suzuki memperkenalkan mobil penumpang kei car listrik murni pertamanya di Jepang menjelang peluncurannya di pasar Eropa dan Inggris.
Laman Carscoops, Rabu waktu setempat melaporkan, mobil listrik mungil yang dinamakan Suzuki eSky ini menawarkan jarak tempuh yang cukup impresif untuk ukuran baterainya, didukung desain ringan dan e-Axle yang efisien.
Lebih penting lagi, subsidi kendaraan listrik (EV) dari pemerintah Jepang menurunkan harga awal hatchback mungil tersebut menjadi 1.552.000 yen atau sekitar Rp175 juta (dengan kurs saat ini).
eSky diperkenalkan pada Agustus 2026 sebagai pengembangan dari Vision e-Sky yang diperkenalkan pada 2025.
Kei car tersebut mempertahankan siluet lima pintu dan dimensi kompak dari mobil konsepnya, tetapi unit pencahayaan dan bumper telah didesain ulang untuk kebutuhan produksi, begitu pula pelek, gagang pintu, dan penutup kaca spion.
Kabin empat penumpang mengutamakan kepraktisan dengan berbagai ruang penyimpanan dan sebuah baki pada dasbor. Pengemudi memiliki akses ke panel instrumen digital, sistem infotainment 10,1 inci pada varian tertinggi, serta panel terpisah untuk pengaturan suhu kabin.
Bagi pemilik yang ingin mempersonalisasi EV tersebut, Suzuki menawarkan berbagai aksesori opsional. Katalog tersebut mencakup dua paket gaya dengan aksen warna-warni, karpet lantai yang dapat didaur ulang dan sepenuhnya terbuat dari poliester, serta berbagai perlengkapan pengisian daya.
Paket Mild Sporty menambahkan decal berwarna merah muda, biru, dan abu-abu pada bodi, serta penutup kaca spion berwarna putih. Sementara itu, paket Neo Future menggunakan tema kuning dan hitam.
Keduanya dilengkapi stiker yang senada pada dasbor dan lampu kabut LED. Bagi konsumen yang menginginkan tampilan lebih sederhana, tersedia quarter garnish dalam delapan pilihan warna. Suzuki juga menawarkan tiga decal dengan desain unik untuk pintu bagasi.
eSky menggunakan platform Heartect e dan dilengkapi e-Axle baru Suzuki yang terdiri atas motor listrik, inverter, dan unit reduksi, untuk menggerakkan roda depan.
Motor listrik tersebut mampu menghasilkan tenaga 94 hp (70 kW/95 PS), tetapi output untuk model spesifikasi Jepang kemungkinan besar akan dibatasi menjadi 63 hp (47 kW/64 PS) agar memenuhi regulasi kei car.
Baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh yang ditempatkan di lantai menjanjikan jarak tempuh 193 mil atau 310 km berdasarkan WLTC, serta mendukung pengisian daya DC 50 kW.
Suzuki eSky akan mulai tersedia di diler Jepang pada 16 November dengan target penjualan 1.000 unit per bulan.
Varian A sebagai model entry-level dibanderol mulai 2.120.000 yen (Rp239,5 juta), sedangkan varian X sebagai model tertinggi mencapai 2.790.000 yen (Rp315 juta).
Namun, pembeli berhak mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah hingga 568.000 yen (sekitar Rp64 juta), sehingga harga awalnya turun menjadi 1.552.000 yen atau Rp175 juta.
EV terkecil Suzuki tersebut juga akan diekspor ke Eropa dan Inggris mulai 2027. Di sana, mobil tersebut akan bergabung dengan eVitara dan bersaing dengan EV segmen-A di Eropa seperti Renault Twingo, Dacia Spring EV, Nissan Pixo, Fiat 500, dan VW ID. Up!.