Nasional
HALAMAN 3 DARI 3
Swiss sebut tatanan dunia usai Perang Dunia II di bawah tekanan berat
Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin memperingatkan bahwa tatanan internasional usai Perang Dunia II sedang menghadapi kendala yang sangat berat.
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Rabu, 23 September 2026 pukul 21:50 WIB
• ⏱ 2 menit baca
Sambil menegaskan kembali netralitas Swiss, Parmelin mengatakan hal itu berjalan seiring dengan komitmen teguh terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.
"Dialog merupakan sarana untuk meredakan ketegangan saat krisis terjadi," kata Parmelin, seraya berjanji Swiss akan terus menawarkan jasa baiknya serta menyediakan ruang bagi dialog.
Dia juga mendukung reformasi PBB melalui inisiatif UN80, dengan menyatakan organisasi tersebut harus menjadi lebih koheren, lebih efektif, dan lebih berorientasi pada hasil.
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.