NADIKABAR.COM — Anggota Komisi V DPR RI Syarif Abdullah mendorong percepatan kajian penanganan intrusi air asin pada sumber air baku untuk menjaga pasokan air bersih di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
“Kami meminta Pak Wali Kota bersama kepala balai melakukan kajian untuk menentukan langkah yang perlu dilakukan agar persoalan air baku ini bisa diatasi,” kata Syarif Abdullah di Pontianak, Rabu.
Ia mengatakan persoalan air baku menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan reses bersama Pemerintah Kota Pontianak, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dan kepala balai kementerian terkait.
Sejumlah alternatif penanganan dibahas, di antaranya pembangunan waduk dan perpanjangan jaringan pipa, dengan mempertimbangkan keterbatasan pasokan air serta kondisi musim kemarau.