Syarif mengatakan kajian teknis diperlukan untuk menentukan langkah penanganan yang paling sesuai dengan kebutuhan pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Ia juga menyoroti kebutuhan peningkatan kapasitas pasokan air bersih di Pontianak Utara untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat. Menurut dia, pembangunan fasilitas pendidikan harus disertai ketersediaan air bersih yang memadai bagi para siswa.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan persoalan air baku tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Karena itu, diperlukan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang untuk menjaga ketersediaan pasokan air bersih bagi masyarakat.

“Kami membahas penanganannya untuk jangka pendek dan jangka panjang, yang selanjutnya akan diperinci secara teknis bersama pihak terkait,” kata Edi.