Ia berharap hasil kajian bersama dapat segera ditindaklanjuti menjadi langkah konkret untuk menjamin ketersediaan air baku dan meningkatkan pelayanan publik di Kota Pontianak.
Selain persoalan air baku, pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas II untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Pontianak.
Pembahasan juga mencakup optimalisasi infrastruktur jalan, rencana pembangunan Jembatan Garuda, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Terkait penanggulangan karhutla, kebutuhan sarana dan prasarana, termasuk kemungkinan penambahan peralatan pemadaman, perlu dievaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana tersebut.