NADIKABAR.COM — Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Sekretaris Jenderal (Sekjen) Syarikat Islam (SI) Ferry Juliantono menegaskan keberadaan koperasi merupakan bagian dari dakwah ekonomi. Arah kebijakan tersebut sejalan dengan arah Syarikat Islam (SI) membangun kekuatan ekonomi sosial di masyarakat berbasis koperasi.

"Koperasi memiliki kedekatan nilai yang kuat dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan umat," ujar Ferry dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).

Ferry juga menyampaikan apresiasi kepada Syarikat Islam atas terselenggaranya Launching Logo Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42 sekaligus Seminar dan Diskusi Publik Jakarta hari ini.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi Pemerintah, masyarakat, komunitas, dan koperasi dalam menjaga lingkungan dan ketahanan air. Hal ini dilakukan unutk mendorong penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan melalui semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi.

"Kongres 42 SI nanti, menjadi momentum mengembalikan kebesaran dan kejayaan SI dengan cita-cita dari para pendiri dan tokoh SI yang ada dan akan menyongsong ke depan bersama-sama dengan umat Islam untuk membangun kekuatan ekonomi syariah," tuturnya.

Ferry menilai ajaran H.O.S. Tjokroaminoto terkait sosialisme Islam dan penguatan kemandirian ekonomi menjadi teladan bagi pengurus SI dalam melawan kapitalisme kolonial. Melalui semangat tersebut, Kemenkop siap bersinergi dengan SI dan umat untuk membangun kekuatan ekonomi syariah nasional.

"Kita akan bangun kekuatan koperasi. Bangun kekuatan zakat dakwah," ucapnya.

Ferry juga menekankan bahwa pengembangan koperasi saat ini sudah selaras dengan arah pilar dakwah ekonomi Syarikat Islam (SI). Menurutnya, penguatan ekonomi bangsa bersandar pada empat pilar utama, mulai dari ekonomi syariah, koperasi, zakat dan wakaf, hingga pelestarian lingkungan.

"Kebangkitan koperasi adalah amanah yang mengalir dari sejarah bangsa. Presiden Prabowo Subianto sendiri berasal dari keluarga yang sejak awal memperjuangkan pengembangan koperasi," ujarnya.

Sementara itu, Presiden SI Hamdan Zoelva menilai tema dakwah ekonomi dalam Kongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan ekonomi terdesentralisasi, inklusif dan berpusat di tingkat desa maupun kelurahan. Melalui konsep tersebut, masyarakat diharapkan tidak sekadar menjadi penikmat hasil pembangunan, melainkan bertindak sebagai pelaku utamanya.

"Gerakan dari bawah dan dukungan dari atas harus berjalan beriringan. Negara dan masyarakat bergerak bersama, tidak bisa hanya satu pihak," ungkap Hamdan.

Konsistensi Syarikat Islam dalam mengusung dakwah ekonomi ditegaskan Hamdan lewat rekam jejak tiga kongres terakhirnya, yakni ke-40, ke-41, dan ke-42 . Langkah ini difokuskan untuk mengikis eksklusivitas ekonomi sekaligus memastikan hasil kemakmuran dapat dirasakan secara merata oleh rakyat.

"Semoga Kongres ke-42 nanti membawa dampak besar bagi umat, bangsa, dan negara. Sebagaimana kongres-kongres terdahulu yang meletakkan fondasi kemerdekaan dan kemajuan bersama," pungkasnya.

Turut hadir Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Ketua Dewan Syarikat Islam Ahmad Farial, serta Wakil Presiden Syarikat Islam Syamsudin Haesyi dan Abdul Wahab Sunet. Selain itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Dewan Pembina Perisai DKI Basri Baco, Ketua Serumpun Muhammad Nur Ohoitenan, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin, Direktur Utama JAKPRO Iwan Tahkim juga hadir dalam acara tersebut.