Meskipun berpotensi besar, tambahnya, para petani dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah yaitu perubahan iklim yang sulit diprediksi, penyusutan lahan produktif, serangan hama penyakit yang terus berulang, hingga kelangkaan tenaga kerja pertanian yang membuat biaya operasional membengkak.

"Tantangan struktural ini menuntut adanya teknologi tepat guna yang mampu menyederhanakan perawatan di kebun sekaligus mendongkrak hasil panen," katanya.

Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, Syngenta Indonesia memperkenalkan portofolio unggulan benih jagung hibrida bioteknologi yaitu NK Pendekar Sakti, NK Sumo Sakti, dan NK Perkasa Sakti.

Diformulasikan khusus untuk pengendalian gulma yang lebih mudah dan perlindungan internal terhadap hama penggerek batang jagung, varietas ini memberi solusi budidaya yang efisien dengan risiko minim bagi petani.