Sayangnya, di tengah persiapan menuju Porprov Bali tahun depan, Tabanan kehilangan sejumlah atlet potensial akibat pensiun dan mutasi. Sedikitnya lima atlet dari cabang atletik, angkat besi, biliar, wushu dan pencak silat terkena dampaknya.
Dijelaskan Nurbawa, satu atlet atletik pindah ke Denpasar, atlet angkat besi mutasi ke Badung, atlet biliar dan wushu juga menuju Denpasar, dan satu atlet pencak silat memasuki masa pensiun.
Ancaman kehilangan medali emas juga datang dari cabang selancar ombak. Cabor tersebut kata dia belum memiliki kepengurusan definitif setelah masa jabatan ketua sebelumnya berakhir. Padahal, keberadaan organisasi menjadi salah satu persyaratan dalam pembinaan olahraga prestasi.
"Jika persoalan tersebut tidak segera diselesaikan, Tabanan berpotensi tidak mengirim atlet selancar ombak ke Porprov 2027," tegasnya.