"Keputusan untuk melanjutkan perjalanan, sementara sistem tersebut belum dipulihkan, merupakan wewenang pusat kendali. Pusat kendali... mengambil keputusan untuk melanjutkan perjalanan dalam situasi yang, menurut pandangan kami, tidak dapat dijelaskan," kata Puente, dilansir AFP, Rabu (28/10/2026).

Salah satu kereta yang dioperasikan perusahaan milik negara, Renfe, kemudian kembali melaju sejauh 25 kilometer. Kereta itu lalu menabrak kereta milik perusahaan swasta, Iryo, yang sedang berhenti. Menurut Puente, kereta Renfe tersebut melaju dengan kecepatan hingga 200 kilometer per jam saat tabrakan terjadi.