Seorang penumpang bahkan menangis saat diwawancarai stasiun televisi setempat ketika menceritakan seorang perempuan yang meninggal dunia dalam pelukannya.
"Tubuhnya sudah sangat dingin dan tidak ada seorang pun yang menemaninya," ujarnya.
Kesaksian tersebut membuat pembawa acara program itu ikut terisak saat wawancara berlangsung.
EPAKecelakaan ini menjadikannya sebagai salah satu kecelakaan kereta terburuk dalam sejarah modern Eropa.
Puluhan ambulans dikerahkan ke lokasi kejadian, sementara sebuah helikopter digunakan untuk mengevakuasi korban yang mengalami luka paling serius.
Garda Sipil Spanyol mengatakan bahwa sampel DNA dari keluarga korban akan dibutuhkan untuk membantu mengidentifikasi sebagian jenazah.
"Seluruh Spanyol sedang berduka," kata Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Snchez saat mengunjungi lokasi kecelakaan.
"Banyak kehidupan yang hancur, banyak keluarga yang tercerai-berai. Dukacita yang dirasakan sangat mendalam."
Spanyol sebelumnya juga masih berupaya bangkit dari bencana kereta cepat di dekat Crdoba pada Januari lalu yang menewaskan 46 orang.
Kecelakaan tersebut terjadi di jalur kereta yang sama, meskipun lokasinya jauh lebih ke selatan.
Kecelakaan pada Rabu ini menjadi yang paling mematikan di negara itu sejak 2013, ketika 80 orang tewas dalam kecelakaan kereta di pinggiran Santiago de Compostela, di wilayah barat laut Spanyol.
"Rakyat Spanyol berhak mengetahui apa yang sedang terjadi dengan infrastruktur negaranya," kata Alberto Nez Feijo, pemimpin partai oposisi utama, Partai Rakyat (People's Party).
Serikat pekerja Spanyol (CSIF) menuntut agar Menteri Transportasi mengundurkan diri.
Mereka menuduh sang menteri menjadikan seorang petugas pengatur lalu lintas sebagai "kambing hitam" dengan menyalahkan kesalahan manusia di ruang kendali, alih-alih "bertanggung jawab" atas insiden tersebut.
Sementara itu, Perdana Menteri Pedro Snchez dan sejumlah politisi Spanyol lainnya membatalkan seluruh agenda publik mereka pada Rabu, termasuk kegiatan kampanye menjelang pemilihan parlemen yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.
Snchez mengatakan bahwa tidak dapat diterima jika Spanyol mengalami dua kecelakaan kereta besar dalam satu tahun.
Ia berjanji akan mengusut tuntas penyebab insiden tersebut dan memastikan apakah ada unsur kelalaian di baliknya.
"Tidak dapat diterima bagi Spanyol mengalami dua kecelakaan kereta serius dalam satu tahun."
Ia juga menegaskan bahwa pihak berwenang akan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan kegagalan dalam sistem keselamatan.
"Jika memang terdapat kegagalan dalam sistem keamanan, hal itu akan ditangani dengan ketegasan setinggi-tingginya."
Menjelang pukul 08.30 waktu setempat (07.30 GMT) pada Rabu yang awalnya berjalan normal, dua kereta cepat sedang melaju ke selatan dari ibu kota Spanyol, Madrid, menuju Seville.
Salah satunya, yang dioperasikan oleh perusahaan kereta milik negara Renfe, membawa 397 penumpang.
Di depannya, pada jalur yang sama, terdapat kereta milik operator swasta Iryo dengan 147 penumpang di dalamnya.
Gangguan yang dilaporkan terjadi pada sistem persinyalan otomatis, berupa kegagalan komputer, memaksa seluruh kereta berhenti di jalur yang terdampak.
Lalu terjadilah sesuatu yang disebut Menteri Transportasi Spanyol sebagai hal yang nyaris mustahil: kereta Renfe diperintahkan untuk melanjutkan perjalanan akibat sebuah kesalahan.
Kereta tersebut kemudian menabrak bagian belakang kereta di depannya, di antara wilayah Mora dan Orgaz, sekitar 140km di selatan Madrid.
Sebagian penumpang sedang tertidur, sebagian lainnya sudah memulai hari kerja mereka dengan membuka laptop, sementara yang lain sibuk menggulir aplikasi di ponsel.
Perjalanan mereka sempat terhenti setelah diumumkan adanya kepadatan di jalur rel. Bagi sebagian penumpang, gangguan itu hanya berlangsung beberapa menit, sementara yang lain harus menunggu lebih lama.
Tangui Binier, 22 tahun, berada di kereta Iryo, tepatnya di gerbong paling depan, nomor delapan. Ayahnya berada di gerbong nomor tujuh.
Kereta yang mereka tumpangi merupakan salah satu dari enam kereta yang diperintahkan berhenti pada pukul 08.30. Beberapa menit kemudian, "kereta mulai melaju kencang", kata Binier kepada BBC, "lalu mendadak berhenti".
Kebingungan, ia melihat ke luar jendela dan menyaksikan "kabel-kabel di sisi kiri roboh, lalu terlihat banyak asap di belakang kami".