NADIKABAR.COM — Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez memerintahkan penyelidikan menyeluruh terhadap tabrakan dua kereta cepat, yang menewaskan sedikitnya 68 orang. Sanchez menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil jika ditemukan ada kelalaian dalam insiden paling mematikan dalam 13 tahun terakhir itu.

Berbicara di lokasi kecelakaan di Urda, seperti dilaporkan kantor berita Spanyol, EFE, dan dilansir Anadolu Agency, Kamis (29/10/2026), Sanchez mengatakan bahwa otoritas Spanyol akan menentukan penyebab tabrakan dua kereta cepat itu, dan mengambil tindakan jika ditemukan adanya kesalahan.

"Kita akan mengusut tuntas kecelakaan ini. Jika terdapat kelalaian, hal itu akan terungkap," tegas Sanchez.

Sanchez mengumumkan tiga hari berkabung nasional mulai 29 Oktober hingga 31 Oktober mendatang. Dia mengatakan bahwa "tidak dapat diterima bagi negara seperti Spanyol" untuk mengalami dua kecelakaan kereta api berkecepatan tinggi dalam tahun yang sama.

Dia merujuk pada kecelakaan serupa yang terjadi di Adamuz, Cordoba, pada Januari lalu yang menewaskan 46 orang.

Kedua kecelakaan kereta itu terjadi di jalur yang menghubungkan Madrid dengan kota Seville di selatan Spanyol. Sebagai salah satu rute tersibuk di negara itu, jalur tersebut merupakan jalur kereta api berkecepatan tinggi pertama di Spanyol.