Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, seperti dilansir AFP, mengungkapkan temuan awal bahwa tabrakan dua kereta itu terjadi setelah salah satu rangkaian kereta diperintahkan tetap melaju dalam kondisi "error", meskipun terdapat gangguan sistem yang menghentikan seluruh layanan kereta.

Dikatakan oleh Puente bahwa jalur rel sepanjang 69 kilometer terdampak oleh gangguan pada sistem kendali otomatis, yang "menyebabkan semua kereta yang sedang beroeprasi pada saat itu berhentik secara otomatis".

"Keputusan untuk melanjutkan perjalanan, padahal sistem tersebut belum dipulihkan, merupakan wewenang pusat kendali, dan pusat kendali... mengambil keputusan untuk melanjutkan perjalanan dalam situasi yang, menurut pandangan kami, tidak dapat dipahami," kata Puente dalam pernyataannya.

Puente mengatakan bahwa sebuah rangkaian kereta yang dioperasikan perusahaan negara, Renfe, kembali melaju sejauh 25 kilometer hingga akhirnya bertabrakan dengan rangkaian kereta lainnya yang sedang berhenti, milik perusahaan swasta Iryo, dengan kecepatan diperkirakan mencapai "hingga 200 kilometer per jam".

"Jelas bahwa di pusat kendali, keputusan untuk melanjutkan perjalanan telah diambil, padahal mereka memiliki waktu yang lebih dari cukup untuk memeriksa error tersebut, namun mereka tidak memperbaikinya," kata Puente.