"Tinggal dilihat apakah ada sinyal-sinyal ketidakpuasan atau kekecewaan dari AHY atau partainya terhadap pengelolaan kekuasaan pemerintahan saat ini. Saya tidak berani menebak-nebak. Tinggal dicek seberapa sering AHY sebagai Menteri atau Ketua Umum Parpol berkomunikasi atau berinteraksi dengan Presiden," sambungnya.
Namun, Deddy juga melihat pidato AHY bisa dibaca dari perspektif kontestasi politik menuju Pemilu 2029. Dia mengatakan pernyataan tersebut bisa menjadi seruan kepada partai-partai koalisi pemerintahan untuk mulai memikirkan Pemilu 2029.
"Dari sudut pandang kontestasi politik, bisa saja ditafsirkan bahwa pernyataan itu adalah seruan kepada koalisi partai di pemerintahan untuk mulai memikirkan peta jalan baru menuju Pemilu 2029. Atau, bisa juga diinterpretasikan sebagai pesan khusus kepada Presiden agar menghitung AHY/Demokrat dalam kontestasi pemilu yang akan datang," paparnya.
Meski begitu, Deddy menilai peluang AHY untuk maju dalam Pilpres 2029 masih membutuhkan kerja keras. Dia menyinggung hasil sejumlah survei yang belum menunjukkan dukungan kuat terhadap AHY.