NADIKABAR.COM — Manajer legendaris Jose Mourinho ternyata punya hobi unik yang bikin geleng-geleng kepala, yaitu tinggal di hotel. Bukan cuma buat liburan singkat seminggu atau dua minggu, pria yang menjuluki dirinya The Special One ini betah menetap di hotel hingga bertahun-tahun.

Tak heran, tagihan hotelnya bisa menyentuh angka fantastis. Tak tanggung-tanggung, angkanya tembus Rp 13 miliar!

Mourinho pernah menghuni The Lowry Hotel di Manchester saat menukangi Manchester United selama 2,5 tahun. Ia menetap di sana sejak awal kedatangannya hingga akhirnya dipecat oleh manajemen Setan Merah pada tahun 2018.

Selama di Manchester, Mourinho dikabarkan menempati Riverside Suite kategori premium. Fasilitasnya pun tak main-main, mulai dari kamar tidur luas, ruang tamu eksklusif, ruang makan, hingga dapur kecil pribadi.

Meski pihak hotel bintang lima tersebut enggan membocorkan detail tamu mereka, situs resmi The Lowry mencatat harga kamar yang ditempati Mourinho saat itu mencapai US$ 758 atau sekitar Rp 13,3 juta per malam (kurs Rp 17.635). Dengan total masa inap mencapai 895 malam, tagihan hotelnya diperkirakan menembus US$ 679.000 atau setara Rp 11,9 miliar.

Tak berhenti di Inggris, kebiasaan mewah ini berlanjut saat ia hijrah ke Turki. Dikutip dari The Sun, Mourinho juga tinggal selama lebih dari satu tahun di Four Seasons Hotel, Istanbul, ketika bekerja untuk klub Fenerbahce.

Hotel super mewah ini menawarkan fasilitas lengkap dengan sentuhan marmer pada kamar mandi, teras yang luas, serta pemandangan kota yang memanjakan mata.

Menurut laporan media Turki, Yenicag Gazetesi, Mourinho menetap di hotel tersebut selama kurang lebih 15 bulan. Tagihannya pun mencapai angka yang mencengangkan, yakni sekitar 36,5 juta lira Turki atau setara Rp 13,28 miliar. Kabarnya, pihak klub Fenerbahce yang harus menanggung seluruh biaya tersebut.

Sebenarnya, dengan gaji selangit, Mourinho bisa saja membeli atau menyewa apartemen mewah di tempatnya bekerja. Lantas, apa alasan di balik hobinya yang senang tinggal di hotel?

Pada tahun 2018, Mourinho sempat blak-blakan mengaku bahwa dirinya adalah sosok yang malas dan sangat menikmati pelayanan penuh dari pihak hotel. Ia merasa jauh lebih nyaman dengan gaya hidup praktis tersebut.

"Saya sangat malas dan karena saya suka menginap di hotel, saya tidak ingin ada yang khawatir karena saya tinggal di kamar seluas dua meter persegi. Saya tinggal di apartemen di dalam hotel di mana saya memiliki semua kenyamanan, dukungan, di mana saya memiliki semua yang saya inginkan, seperti saya tinggal di rumah," kata Mourinho, dikutip dari ESPN.

Bagi Mourinho, kenyamanan pribadi adalah kunci performanya di lapangan. Ia menegaskan bahwa orang lain tidak perlu mengkhawatirkan kondisi tempat tinggalnya selama ia merasa bahagia.

"Jika mereka menginginkan saya berada di rumah yang tidak saya sukai, di tempat yang tidak saya sukai, sendirian jauh dari asisten saya, jika mereka menginginkan itu, saya akan menjadi orang yang sedih dan orang yang sedih tidak bekerja dengan baik," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di detikProperti