"Ini yang harus kita dorong bersama-sama dan kita carikan terobosan-terobosan," katanya.

Ia menilai pembahasan tersebut penting karena sektor industri menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian Jateng. Pada triwulan II 2026, ekonomi Jateng tumbuh 5,71 persen secara tahunan, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen. Secara kumulatif, ekonomi Jateng pada semester pertama 2026 tumbuh 5,80 persen.

Sektor industri menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian Jateng dengan kontribusi 33,18 persen. Berikutnya sektor perdagangan 13,78 persen dan pertanian 12,56 persen.

"Kita tidak cukup hanya berbicara bagaimana mempertahankan pertumbuhan, kita juga harus berbicara tentang bagaimana pertumbuhan tersebut mampu menciptakan produktivitas yang lebih tinggi, daya saing yang lebih kuat, lapangan kerja yang semakin berkualitas dan keberlanjutan ekonomi dalam jangka panjang," kata Taj Yasin.