Supriyanto menilai, manfaat program akan semakin luas apabila pembangunan dapat dilanjutkan hingga menjangkau wilayah pesisir yang masih membutuhkan perlindungan.
"Dengan adanya kegiatan hybrid seawall ini, insyaallah masyarakat bisa lebih aman dari abrasi. Program ini sangat membantu meringankan penderitaan masyarakat kami yang selama bertahun-tahun terdampak abrasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan tahap pertama baru menjangkau sekitar 900 meter, sementara wilayah ke arah timur masih membutuhkan penanganan sekitar 1,5 kilometer. Jika perlindungan pantai dapat tersambung, manfaatnya diperkirakan tidak hanya dirasakan warga Desa Surodadi, tetapi juga masyarakat di kawasan sekitarnya.
Menurut Supriyanto, persoalan abrasi bukan hanya dirasakan oleh pemilik tambak. Dampaknya juga dirasakan masyarakat secara lebih luas, sehingga pembangunan perlindungan pantai dinilai penting untuk membantu memulihkan kondisi lingkungan sekaligus mendukung kehidupan sosial dan ekonomi warga.
Ia menambahkan, pemerintah telah menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat, baik kepada warga yang memiliki lahan di sekitar lokasi maupun mereka yang tidak mempunyai tambak. Program ini dipandang sebagai upaya pemerintah untuk membantu mengurangi beban masyarakat akibat bencana pesisir.