Dikutip dari China Daily, Kepala Departemen Kurikulum dan Pengajaran EdUHK, Yan Zi mengatakan, EASE diposisikan sebagai asisten untuk siswa. Nilai utamanya tidak hanya mendorong pembelajaran yang mandiri, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan untuk terus belajar dan mengoreksi kesalahan. EASE dikembangkan pada 2024 oleh sebuah tim riset yang dipimpin oleh Yan Zi.

Sejak Juni 2025, ada 2.200 siswa sekolah dasar dan menengah yang berpartisipasi dalam riset terkait platform bernama EASE ini. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh EdUHK, pengguna EASE memperlihatkan peningkatan dalam kebiasaan belajar dan hasil akademik.

Dalam percobaan berbasis focus group yang dilakukan pada paruh awal 2026, ada peningkatan dalam hal pengumpulan PR sebesar 70% yang dilakukan oleh pengguna rutin aplikasi ini. Sementara, dalam hal kebiasaan belajar, pengguna rutin akan secara sukarela dapat menyelesaikan sekitar 456 latihan selama periode percobaan riset. Adapun 43% dari pengguna rutin juga secara proaktif mau memperbaiki kesalahan dalam belajar.

Ketika awal menggunakan platform ini, pengguna yang diteliti memperlihatkan tingkat jawaban benar hanya 50-54%. Namun, setelah 12 minggu menggunakan EASE, pengguna-pengguna tersebut mampu mengerjakan soal matematika dengan tingkat akurasi 72% untuk tugas-tugas di luar sekolah dan 82% untuk tugas-tugas yang diberikan oleh guru di sekolah.