Selain memberikan dukungan terpersonalisasi bagi siswa, platform AI ini juga memberikan data kepada guru analisis tentang performa belajar siswa. EASE tidak hanya memberikan data statistik tradisional, tetapi juga menunjukkan data progres kelas secara keseluruhan maupun siswa secara individu. Sehingga, guru bisa membuat keputusan-keputusan mengajar yang tepat.

"Yang lebih penting, melalui desain yang berlandaskan teori pendidikan, platform ini mendorong pembelajaran mandiri dengan memosisikan AI sebagai asisten pendukung, bukan sebagai pengganti usaha siswa itu sendiri," ungkap Prof Yan Zi, dikutip dari laman kampus.

"Dengan memperbaiki kesalahan saat berlatih, siswa memperdalam pemahaman mereka. Peningkatan skor hanyalah hasil sampingan, nilai yang lebih hakiki terletak pada pembentukan kebiasaan belajar berkelanjutan dan perbaikan kesalahan," lanjutnya.