NADIKABAR.COM — Samsat Ciledug mengatakan terdapat 23 mobil mewah yang menunggak pajak kendaraan bermotor (PKB). Tak hanya McLaren, ada juga Ferrari, Jeep, hingga Lamborghini dengan beragam nominal tunggakan.

Plt Kepala Samsat Ciledug, Idam Kholid, menyampaikan awalnya pihaknya mendapat data 39 mobil mewah yang melanggar. Namun, setelah dikonfirmasi, tersisa sekitar 23 mobil yang menunggak pajak.

"Data yang kita update nopol itu sudah dibayarkan oleh si pemilik itu, ada nama perusahaan dan pribadi. Ada yang sudah diblokir, ada yang sudah pindah, mutasi luar daerah. Dan sisa 23 lagi ini yang atas nama pribadi dan perusahaan belum bayar," kata Idam kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).

Idam tidak merinci daftar mobil mewah yang menunggak pajak. Namun, dia menyebut kendaraan tersebut berasal dari beragam merek.

"Ada Lexus, Ferrari, Jeep, Lamborghini, McLaren, dan lain-lain," kata Idam.

Idam menyebut tunggakan paling rendah tercatat pada mobil McLaren dengan nominal Rp 54 juta. Sementara itu, tunggakan paling tinggi juga tercatat pada McLaren yang diatasnamakan seorang mekanik di Pinang, Kota Tangerang.

"Paling tinggi mobil McLaren Rp 137.441.000, sementara yang paling rendah McLaren tahun 2011 tunggakan Rp 54.438.000," ujarnya.

Sebelumnya, Samsat Ciledug mencatat ada McLaren yang menunggak pajak senilai Rp 137 juta. Setelah dicek, Samsat menemukan kejanggalan karena mobil tersebut tercatat atas nama mekanik bernama Yudariansyah, yang tinggal di Kampung Sawah Dalam, Panunggangan Utara, Pinang, Kota Tangerang.

Idam Kholid menerima daftar mobil mewah yang menunggak pajak, salah satunya McLaren tersebut. Berdasarkan data Samsat, mobil itu tercatat menunggak pajak selama dua tahun dengan total Rp 137.441.000. Namun, ia curiga karena alamat pemilik kendaraan berada di sebuah kampung, bukan di permukiman mewah.

Petugas bertemu dengan Yuda untuk mengonfirmasi kepemilikan mobil mewah tersebut pada Jumat (23/10). Idam menyebut Yuda juga kaget saat mengetahui ada tunggakan pajak mobil mewah atas namanya.

"Nah, ternyata, pas disounding, Yuda juga kaget. 'Wah, ini Samsat nggak salah nih? Boro-boro saya punya mobil,' katanya gitu," ujar Idam, Senin (26/10).

Idam menjelaskan, McLaren tersebut tidak mungkin berada di perkampungan itu. Jalan kampung hanya cukup untuk satu mobil, dengan kondisi jalan berupa paving block dan rusak.

Akhirnya, petugas Samsat Ciledug memblokir data kendaraan tersebut. Kebijakan itu dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan data kendaraan.

"Kita datangin untuk memastikan itu dan membantu si Bang Yuda ini. Jangan sampai datanya ini apa namanya, dipakai orang lain. Kita blokir lah, datanya," katanya.