Cangkang yang terasa kasar atau memiliki tonjolan dapat terjadi karena ketidakseimbangan kalsium ringan. Faktor usia ayam dan stres saat pembentukan cangkang juga bisa menjadi penyebabnya.

Kondisi tersebut tidak otomatis membuat telur berbahaya untuk dimakan. Meski begitu, permukaan yang tidak normal dapat membuat cangkang sedikit lebih lemah.

Sebaiknya telur dengan cangkang kasar sebaiknya tetap ditangani dengan hati-hati. Pastikan tidak ada retakan atau kerusakan lain sebelum telur digunakan untuk memasak.

Cangkang telur yang tipis dan mudah pecah dapat berkaitan dengan kekurangan kalsium. Stres atau kondisi kesehatan tertentu pada ayam juga dapat memengaruhi pembentukan cangkang.

Telur seperti ini lebih mudah retak selama penyimpanan maupun ketika dibawa pulang. Retakan pada cangkang dapat meningkatkan risiko kontaminasi dari lingkungan.

Sebaiknya telur bercangkang rapuh ditangani dengan lebih hati-hati. Jika cangkang sudah retak atau telur tampak mencurigakan, lebih baik tidak dikonsumsi.