Al-Hafidz Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkomentar mengenai surah Nuh ayat 10-12,

"Maknanya, jika kalian bertaubat kepada Allah, meminta ampun kepada-Nya, dan kalian senantiasa menaati-Nya, niscaya Dia akan memperbanyak rezeki kalian dan menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit, mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian, melimpahkan air susu perahan untuk kalian, membanyakkan harta dan anak-anak untuk kalian, menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya terdapat macam-macam buah-buahan untuk kalian, serta mengalirkan sungai-sungai di tim redaksi kebun-kebun itu (untuk kalian)."

Apa yang menjadi perintah Allah dalam ayat ini juga pernah diamalkan oleh Umar bin Khattab ketika beliau memohon hujan. Muthrif meriwayatkan dari Asy-Sya'bi,

"Bahwasanya Umar keluar untuk memohon hujan bersama orang banyak. Dan beliau tidak lebih dari mengucapkan istighfar (memohon ampun kepada Allah) lalu beliau pulang. Maka seseorang bertanya kepadanya, 'Aku mendengar engkau memohon hujan.' Maka beliau menjawab, 'Aku mohon diturunkannya hujan dengan menengadah ke langit, dan dengannya bakal turun air hujan.'" Lalu beliau membaca ayat yakni surah Nuh ayat 10-12 di atas.

Imam al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, bahwasanya ia berkata,

"Ada seorang laki-laki yang mengadu kepada Hasan Al-Bashri tentang kesengsaraan (bumi), maka beliau berkata, 'Beristighfarlah kepada Allah!' Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan, maka beliau berkata, 'Beristighfarlah kepada Allah!' Yang lain berkata kepadanya, 'Doakanlah (aku) kepada Allah, agar ia memberiku anak!' Maka beliau mengatakan, 'Beristighfarlah kepada Allah!' Dan yang lain lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya, maka beliau mengatakan, 'Beristighfarlah kepada Allah!' Dan kami menganjurkan demikian kepada orang yang menganjurkan demikian kepada orang yang mengalami hal sama."